22/05/11

Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji

Tidak ada komentar:

Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji ( M3 ) yang di cetuskan oleh Menteri Agama Bapak Suryadharma Ali merupakan suatu program yang sangat baik. Yang mana program ini dimaksudkan untuk membiasakan mengaji ( membaca ) kitab suci Al-Qur’an sesudah sholat maghrib. Yang akhir akhir ini kebiasaan tersebut sudah terkikis oleh kemajuan informasi dan teknologi.
Dengan Gerakan Maghrib Mengaji ini diharapkan dapat menangkal pengaruh negatif yang ditayangkan oleh lima ‘layar’. Kelima layar itu adalah layar televisi, telepon seluler (ponsel), internet, komik, dan majalah. Biasanya anak-anak dan orang dewasa masih suka menonton televisi pada waktu maghrib, sehingga kebiasaan mengaji setelah shalat maghrib itu seringkali dikalahkan oleh televisi, salah satu dari lima layar tadi..hal ini sangat merugikan bagi generasi muda yang mengalami dekadensi moral sehingga menimbulkan kemerosotan akhlak ,kasus kenakalan remaja dan sikap pragmatis serta mencuci otak remaja sehingga lupa akan jati dirinya sebagai bangsa yang beradab.
Kebiasaan maghrib mengaji bisa di jadikan sarana transfer ilmu ataupun komunikasi antara orang tua dengan anak sehingga terjalin keakraban di dalam keluarga

Manfaat dari kebiasaan mengaji

Ternyata mengaji memberikan dampak yang luar biasa dalam berbagai aspek,
afektif,
mengaji secara tidak langsung mampu mempengaruhi sifat anak menjadi lebih peka terhadap sifat keTuhanan, anak sadar akan keberadaan Zat yang Maha Besar,
kognitif,
dengan menghafal surat pendek atau membaca susunan ayat Al-Quran dengan susunan tertentu atau menterjemah akan memperkuat struktur otak akan kemampuan mengingat dan menggunakan daya nalar,
psikomotorik,
membaca Al-Quran dengan tekanan dan lafal tertentu akan memperkuat pernapasan dan kesehatan otak serta melancarkan aliran darah.

Mari kita kaji bersama, apakah memang kebiasaan ‘MAGHRIB MENGAJI’ lebih banyak berdampak positif daripada negatif bagi anak-anak kita Apalagi pemerintah melalui Kementerian Agama mencanangkan gerakan ‘MAGHRIB MENGAJI’ sebagai gerakan nasional. Tidak salah kebiasaan yang sudah hilang dihidupkan kembali agar moral anak bangsa secara kolektif moral akan membaik. Amien…


Listen to Quran
Do'a Khatam Qur'an
selengkapnya [...]

01/05/11

Kontak Kami

Tidak ada komentar:



selengkapnya [...]

28/03/11

Format Baru UN 2011

Tidak ada komentar:
Pemerintah dan Badan Standar Pendidikan Nasional telah siap dengan formula baru penilaian kelulusan siswa dari satuan pendidikan. Untuk itu, pelaksanaan ujian nasional tahun ajaran 2010/2011 hanya dilaksanakan satu kali pada bulan Mei 2011.

Ujian nasional (UN) utama untuk SMA/SMK digelar pada minggu pertama Mei 2011, sedangkan untuk SMP pada minggu kedua Mei 2011. Adapun UN susulan bagi mereka yang belum mengikuti UN utama dilaksanakan satu minggu kemudian. Pada tahun ini UN ulangan ditidakan. Adapun ujian sekolah diadakan sebelum pelaksanaan UN.

Demikian perubahan yang terungkap dalam sosialisasi kebijakan UN Tahun Pelajaran 2010/2011 yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) di Jakarta.

Kegiatan tersebut selain untuk mensosialisasikan juga meminta masukan soal perubahan UN dari dinas pendidikan kota/kabupaten dan perguruan tinggi.Pemerintah memnag telah memgang formula baru. Namun, sebelum ditetapkan secara resmi, pemerintah dan BSNP meminta masukan dari daerah apakah perubahan dalam pelaksanaan UN 2011 bisa diterima dengan baik.

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan dengan adanya formula baru yang mengevaluasi siswa secara komprhensif selama tiga tahun belajar, polemik UN yang muncul tiap tahun diharapkan bisa berhenti.

"Kita nantinya mesti lebih fokus pada apa yang perlu dikerjakan atau diperbaiki dari hasil UN," ujar Nuh.

Ketua BSNP Djemari Mardapi mengatakan penilaian kelulusan antara UN dan hasil belajar di sekolah tidak lagi saling memveto, namun bisa saling membantu. Untuk itu, penilaian UN digabung dengan nilai dari sekolah.

Kelulusan siswa dari sekolah dengan melihat nilai gabungan rencananya dipatok minimal 5,5. Nilai gabungan merupakan perpaduan nilai UN dan nilai sekolah untuk setiap mata pelajaran UN.

Rumus yang ditawarkan pemerintah untuk nilai gabungan = (0,6 x nilai UN) + (0,4 x nilai sekolah). Nilai sekolah dihitung dari nilai rata-rata ujian sekolah dan nilai rapor semester 3-5 untuk tiap mata pelajaran UN.

Nuh mengatakan bobot UN mesti lebih besar dari nilai sekolah untuk mengontrol hasil kelulusan. Pasalnya, dari data-data yang ada masih banyak sekolah yang me-mark up nilai siswa.

Dengan formula baru ini, rencananya akan dipatok nilai tiap mata pelajaran minimal 4,00. Integrasi nilai UN dan nilai sekolah ini diharapkan jadi pendorong untuk menganggap penting semua proses belajar sejak kelas 1 hingga kelas 3.

Adapun kriteria kelulusan ujian sekolah diserahkan kepada sekolah. Nilai sekolah merupakan nilai rata-rata dari ujian sekolah dan nilai rapor semester 3-5 setiap mata pelajaran yang tidak diujikan dalam UN.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendiknas Mansyur Ramli mengatakan penilaian kelulusan siswa tidak lagi hasil potret evaluasi sesaat. Penilaian dilakukan selama proses belajar siswa di sekolah.
sumber : Tribunnews.com

selengkapnya [...]

Google Translate

About Me

Foto Saya
Kebaikan Dunia dan Akhirat adalah dengan Ilmu, sedang Kerusakan Dunia dan Akhirat adalah dengan Kebodohan

Labels

Followers

SDN 2 MEGUGEDE

Subscribe via email

Masukan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Desain Oleh :